Senin, 15 April 2013

contoh rancangan business plane


BUSINESS PLANE
PENDIRIAN PABRIK KERUPUK KEDELAI

I.Pendahuluan
a. Nama dan alamat perusahaan
            Nama dan alamat perusahaan yang telah secara resmi didirikan adalah sebagai berikut:
Nama               : PT. GEMILANG AGRARI FOOD , Tbk
Alamat                        : jl. Soekarno-Hatta no.34 rt.8 rw.3 , Kel.Anggut atas , Kec.ratu samban ,     Bengkulu
Telpon             : 0736-347998
Usaha              : Produksi makanan ringan dan cemilan keluarga
Bank               : sumber dana dari Bank Mandiri,Tbk cabang Bengkulu
Tahun tegak    : berdiri sejak 2013

b. Nama dan alamat pemilik
            Identitas dari pemilik perusahaan ini adalah sebagai berikut :
Pemilik I
Nama                           : Reno Agung Laksono
TTl                               : Bengkulu , 22 juni 1993
Alamat                                    : Jl.Soekarno-Hatta no.33 Rt.8 Rw.3, Anggut atas , kec.ratu samban
Jenis kelamin                           : Laki-laki
Telepon                                   : 085380279052
Status perkawinan       : belum menikah
Pend. Terakhir             : SLTA
Pend. Keahlian            : kursus bahasa inggris dan kursus komputer
Pengalaman kerja        : selama 3 tahun berkarier di perusahaan distributor makanan
Pemilik II
Nama                                       : Sri Kasmiati
Ttl                                            : Gunung meraksa lama , 27 April 1994
Alamat                                    : Jl.Wr Supratman , Kandang limun Bengkulu
Jenis kelamin                           : Perempuan
Telepon                                   : 0852567809453
Status perkawinan       : Belum menikah
Pend.terakhir                           : SLTA
Pend.Keahlian                         : Kursus tata boga
Pengalaman kerja        : Selama 2 tahun menolong home industri keluarga di rumah

c. Penanggung Jawab
            Penanggung jawab dalam perusahaan ini adalah pemilik 1 , untuk keperluan informasi dan pertanggung jawaban usaha dapat menghubungi pemilik usaha 1.


II.Isi Business Plane
            Business plane ini berisikan tentang rancangan pendirian suatu usaha yang berbasiskan pada salah satu hasil pertanian dari Bumi Indonesia , kacang kedelai yaitu pembuatan kerupuk. Dalam business plane ini kami dari pihak pengembang industri memaparkan dengan rinci mulai dari latar belakang pendirian usaha , analisis industri kerupuk kedelai , deskripsi usaha , rencana produksi usaha , rencana pemasaran , perencanaan organisasi , resiko dari usaha , perencanaan permodalan , dan apendix dari perusahaan. Dengan adanya business plane ini kami dari pihak pengembang usaha kerupuk kedelai dpat mengembangkan kembali usaha dan memperluas skala produksi perusahaan dan juga melalui business plane ini dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya dalam industri pembuatan kerupuk kedelai sehingga dapat memunculkan kerja sama yang saling menguntungkan antara investor dengan kami sebagai pihak pengembang usaha pembuatan kerupuk kedelai.

III. Latar Belakang pendirian usaha
a.latar belakang
            Saat ini pertumbuhan home industry sangat pesat di Indonesia terutama di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tidak mampu menyediakan lapangan kerja yang mampu menampung jumlah pencari kerja yang di Indonesia. Industri dalam bidang kuliner sendiri merupakan salah satu bidang usaha yang saat ini pertumbuhannya sangat pesat dan mampu bertahan di tengah kondisi perekonomian di Indonesia yang saat ini dalam keadaan fluktuatif. Sebagai negara agraris Indonesia memiliki hasil pertanian yang sangat melimpah dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai salah satu bidang usaha perekonomian yang ada di Indonesia.
            Tanaman kedelai sendiri merupakan salah satu komoditi pertanian yang dihasilkan di bumi Indonesia. Seperti diketahui bahwa hasil pertanian yang dijual dalam keadaan mentah dan tidak mengalami pengolahan akan dihargai dengan harga yang murah dan rendah sehingga membuat kesejahteraan petani menjadi turun dan membuat tanaman kedelai menjadi tidak diminati untuk ditanam dikarenakan harga jualnya yang sangat murah.untuk itu dalam mengatasi harga jual kedelai yang sangat murah maka diperlukan suatu inovasi dalam menggunakan kedelai sehingga memiliki nilai tambah jual yang memdai. Berangkat dari hal tersebut maka dilakukan pengembangan terhadap produk kedelai sehingga menghasilkan beberapa produk baru seperti tahu , tempe , kecap , dan susu kedelai produk-produk tersebut saat ini telah beredar secara luas di pasar dan telah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik besar. Kerupuk sendiri merupakan salah satu makanan yang sangat digemari oleh seluruh orang di Indonesia dan tersedia dibanyak tempat oleh karena itu kami melirik segmen makanan kerupuk ini untuk dikembangkan dengan menggunakan bahan baku kedelai dan setelah dilakukan beberapa kali percobaan akhirnya kami dapat mengembangkan pembuatan kerupuk dengan bahan baku utamanya adalah kedelai sehingga produk kerupuk yang dihasilkan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari produk kerupuk lainnya karena bahan baku yang berasal dari kedelai yang mana sangat kaya dengan kandungan protein untuk meningkatkan kesehatan dan juga kecerdasan anak. Oleh karena itu lah kami merencanakan melakukan pengembangan usaha pembuatan kerupuk dengan bahan baku utamanya berasal dari kacang kedelai dan mendirikan perusahaan yang diberi nama PT. GEMILANG AGRARI FOOD untuk melakukan kegiatan bisnis dengan melakukan pengelolaan kerupuk kedelai.
b. Keadaan Persaingan
            untuk keadaan persaingan di provinsi Bengkulu dalam produksi kerupuk dari bahan baku kedelai , tingkat persaingannya masih rendah dikarenakan produsen kerupuk yang ada dalam produksi kerupuknya sebagian besar menggunakan bahan ikan dan buah emping melinjo sedangkan yang menggunakan bahan baku kedelai hanya beberapa produsen saja sehingga tingkat persaingan produksi kerupuk kedelai saat ini dapat dikatakan cukup rendah.
c. Peluang usaha
            Peluang usaha untuk mendirikan industri pembuatan kerupuk kedelai saat ini sangat terbuka lebar di Provinsi Bengkulu. Hal ini didukung oleh keadaan persaingan pembuatan kerupuk kedelai yang masih sedikit jumlah produsennya dan juga karekateristik sebagian besar masyarakat di Bengkulu yang sangat suka menkonsumsi kerupuk sebagai bahan pelengkap saat menyantap makanan di rumah sehingga konsumsi kerupuk di daerah ini cukup tinggi oleh karena itu peluang usaha mendirikan pabrik kerupuk kedelai sangat besar dan mempunyai prospek yang cerah jika didirikan di Provinsi Bengkulu.
d. Fasilitas yang dimiliki
            fasilitas yang kami miliki saat ini dalam melakukan produksi kerupuk kedelai adalah sebagai berikut :
·         Satu unit rumah sebagai tempat produksi di jalan Soekarno-Hatta no.33 Kel. Anggut atas , Kota Bengkulu.
·         2 unit mesin pencuci kedelai
·         2 unit mesin penggiling/pengancur kedelai
·         2 unit mesin aduk/mixer untuk mengaduk dan mencampurkan adonan pembuatan kerupuk kedelai.
·         3 unit mesin cetak kerupuk kedelai.
·         1 buah alat pengering
·         10 unit wadah pengeringan untuk menjemur kerupuk kedelai dibawah sinar matahari.
e. Prospek usaha di masa yang akan datang
            untuk perkembangan prospek usaha di masa yang akan datang , pengembangan usaha pembuatan kerupuk kedelai memiliki prospek yang sangat bagus mengingat kerupuk merupakan makanan yang dapat diterima oleh semua lidah orang Indonesia dan juga industri kuliner sendiri merupakan industri yang mampu bertahan di tengah berbagai kondisi ekonomi yang melanda Indonesia. Selain itu usaha pembuatan kerupuk kedelai sendiri , memiliki keunggulan nilai gizi yang tinggi yang ada di dalam kedelai sebagai bahan baku utama kerupuk yang tentunya akan sangat dicari oleh orangtua yang memiliki anak usia sekolah sebagai asupan makanan bergizi bagi anak-anak mereka yang mana tentunya akan meningkatkan angka penjualan kerupuk kedelai , hal ini lah yang menambah kecermelangan prospek usaha pembuatan kerupuk kedelai di masa yang akan datang.
f. Segmentasi Pasar yang akan dimasuki
            segmentasi pasar yang akan dimasuki dari hasil produksi kerupuk kedelai adalah sektor pasar kelas masyarakat yang ada di semua lini kelas baik itu masyarakat kelas atas , menengah , maupun kelas bawah mengingat kerupuk merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dari semua latar belakang baik kelas sosial , pendidikan , karier , demografis , dan agama.
g. Ramalan produk yang dihasilkan
            Produk yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk kedelai ini adalah sebuah produk kerupuk berbahan baku utama dari kacang kedelai yang dibungkus dengan kemasan rapi dan modern sehingga menarik minat konsumen untuk membeli produk kerupuk hasil Industri pengolahan kacang kedelai.

IV. Deskripsi Tentang Usaha
a.produk yang dihasilkan
            saat ini produk yang telah di hasilkan dari usaha yang telah dijalankan dalam pembuatan kerupuk kedelai adalah kerupuk kedelai dalam bentuk bulat kecil-kecil siap makan yang kami kemas dalam sebuah kemasan modern yang diberi nama ‘’NIKEI’’.
b. ruang lingkup bisnis
            Dalam menjalankan bisnis ini kami tidak menggunakan sistem monopoli tetapi kami menggunakan sistem persaingan secara sehat dan terbuka dengan pesaing dari industri pembuatan kerupuk lainnya. Ruang lingkup bisnis kami saat ini adalah pada produksi kerupuk yang bahan bakunya berasal dari kacang kedelai dan juga saat ini perusahaan kami juga menjadi distributor tunggal untuk penjualan hasil produksi yaitu kerupuk kacang kedelai.
c. personalia dan perlengkapan kantor
            untuk personalia pada perusahaan , kami mengaturnya dalam suatu struktur manajemen yang terdiri atas :
1.      Direktur Utama           : Reno Agung Laksono
2.      Wa.dirut utama           : Sri kasmiati
3.      Dir .produksi               : Deni April Yanti
4.      Dir. Pemasaran            : Oktarina Eka Pratiwi
5.      Dir. Personalia             : Rike Agustia Putri
6.      Dir. Pemeliharaan        : Putri Biyani
7.      Dir. Administrasi        : Delita Noviani
Direktur produksi , pemasaran , personalia , dan pemeliharaan mengepalai unit-unit yang disandarkan pada nama direktur mereka. Para direktur tersebut harus bertanggung jawab pada bidang mereka masing-masing untuk kelancaran produksi pabrik kerupuk kedelai , sebab keempat bidang tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya guna kesuksesan produksi pabrik kerupuk kedelai. Untuk perlengkapan , yang telah tersedia pada saat ini di perusahaan adalah :
1.      Satu unit kantor sekretariat
2.      Satu unit rumah produksi
3.      4 unit meja staff administrasi
4.      4 unit kursi staff administrasi
5.      2 unit komputer meja
6.      3 unit laptop
7.      1 set sofa tamu
8.      2 unit mesin penggiling kedelai
9.      2 unit mesin pengahancur kedelai
10.  2 unit mesin cetak kerupuk
11.  1 unit mesin pengering
12.  10 unit wadah pengeringan sinar matahari
13.  1 unit printer/mesin cetak
14.  1 unit mesin pembungkus kemasan
15.  2 unit sepeda motor
16.  1 unit mobil
Perlengkapan tersebut saat ini telah tersedia di kantor perusahaan , untuk pengembangan usaha agar menjadi lebih maju maka perlu dilakukan kerja sama agar perusahaan semakin berkembang baik dan dapat memperbesar kapasitas produksi kerupuk kedelai.
d.latar belakang identitas pengusaha
            Sri Kasmiati lahir di kecamatan Pendopo , Kabupaten Empat Lawang , Sumatera Selatan pada 27 april 1993. Sri Kasmiati menyelesaikan pendidikannya pada SMAN 2 Pendopo , Sumatera Selatan dan tamat pada tahun 2011. Selama masih bermukim di Pendopo ia aktif dalam beberapa pelatihan keahlian yang diselenggarakan di daerahnya. Salah satu pelatihan yang menarik baginya adalah saat pelatihan mengenai pemanfaatan tumbuh-tumbuhan kacang dan salah satunya adalah kacang kedelai , secara kebetulan kacang kedelai banyak tumbuh di lingkungan rumah Sri Kasmiati. Selama satu minggu ia mengikuti pelatihan dan akhirnya ia mendapatkan suatu keterampilan baru yaitu mengolah kacang kedelai menjadi kerupuk. Selama menyelesaikan pendidikan SMA selama 3 tahun ia bersama sang kakak aktif menjalankan produksi kerupuk kedelai di daerahnya. Saat ia tiba di Kota Bengkulu ia melihat peluang produksi kerupuk kedelai memiliki prospek yang cukup bagus di kota ini karena dapat dikatakan tidak ada kerupuk yang berbahan dasar kedelai yang beredar di pasaran sehingga ia tertarik untuk melanjutkan kembali usaha lamanya di pendopo dan membangun kembali produksi kerupuk kedelai di Kota Bengkulu. Dalam hal ini , ia bekerja sama dengan salah seorang rekan kuliahnya yaitu Reno Agung Laksono , kelahiran Bengkulu , 22 juni 1993. Ia sendiri menamatkan pendidikan pada Man 1 Model Bengkulu pada tahun 2011 dan saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Bengkulu. Dalam hal ini keduanya kemudian saling bekerja sama dan sepakat untuk membentuk suatu usaha bersama dalam bidang produksi kerupuk kedelai di kota Bengkulu.

V. Rencana Produksi
a. Proses Pabrikasi
            Untuk proses pabrikasi sendiri saat ini berlangsung pada satu pabrik utama yang berlokasi di jalan Soekarno-Hatta no.35 Rt.8 rw.3 Kota Bengkulu yang mana lokasi pabrik ini sendiri bersebelahan dengan rumah direktur utama perusahaan yaitu , Reno agung laksono. Proses pabrikasi sendiri menggunakan peralatan-peralatan yang telah dimiliki oleh pabrik dan dalam proses produksi akan melibatkan 20 karyawan dengan rentang usia mulai dari 19 tahun hingga 50 tahun. Dalam proses pabrikasi sendiri berlangsung sesuai dengan jam kerja yang berlaku di Kota Bengkulu yaitu dimulai pada pukul 08.30 Wib sampai dengan pukul 17.00 Wib dengan waktu istirahat dimulai pada pukul 12.00-12.45 wib dan dalam setiap proses produksi diatur oleh direktur produksi dan direktur personalia.
b. keadaan gedung dan perlengkapan
·         Keadaan gedung saat ini dalam kondisi baik dan cukup terawat. Gedung produksi sendiri berbentuk rumah pribadi dan berada di dekat pusat kota dan di tengah pemukiman penduduk. Gedung produksi terbuat dari bangunan berbentuk tembok dengan 2 lantai , memiliki 5 unit jendela , 2 unit cerobong asap , halaman penjemuran kerupuk , ruangan dalam setiap lantai dibagi 2 dan kondisi gedung 98% dikatakan baik.
·         Keadaan perlengkapan , perlengkapan berupa meja-meja tulis administrasi, laptop , pc ,printer semuanya dalam kondisi mulus dan tidak mengalami kerusakan atau kecacatan pada alat-alat tersebut.
c. jenis dan jumlah mesin yang digunakan
            jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi kerupuk kedelai adalah jenis mesin diesel dengan merek kubota dan yanmar. Mesin-mesin tersebut dalam aktivitas produksi ada yang menggunakan sumber bahan bakar berupa solar dan sebagian lagi menggunakan sumber bahan bakar dari energi listrik. Untuk jumlah mesin , secara perincian adalah sebagai berikut :
·         Mesin penggiling kedelai sebanyak 2 unit merek yanmar , dengan bahan bakar listrik
·         Mesin penghancur kedelai sebanyak 2 unit merek kubota , dengan bahan bakar solar
·         Mesin cetak kerupuk sebanyak 2 unit merek yanmar , dengan bahan bakar listrik
·         1 mesin pengering dengan merek panasonic , dengan bahan bakar listrik.
d. kapasitas produksi
            Kapasitas produksi kerupuk kedelai di PT. Gemilang Agrari Food dengan jumlah mesin yang tersedia saat ini sebesar 3000-3500 kerupuk perhari yang di hasilkan dari proses produksi yang ada di pabrik.
e. Sumber bahan baku
            Adapun sumber bahan baku yang digunakan dalam proses produksi kerupuk kedelai adalah sebagai berikut :
·         Kacang kedelai , kacang kedelai sendiri dalam proses produksi berasal dari hasil pertanian di sentral produksi kedelai di pulau jawa dan sebagian lagi mengambil dari hasil impor kedelai dari amerika serikat. Namun perusahaan kami lebih menekankan penggunaan bahan baku lokal dari produsen dalam negeri
·         Tepung tapioka , tepung tapioka yang digunakan dalam proses produksi kerupuk kedelai berasal dari hasil produksi produsen tepung dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ongkos produksi jika menggunakan barang impor luar negeri. Tepung tapioka dalam negeri sendiri selama digunakan dalam proses produksi menghasilkan hasil yang bagus dan tidak mengecewakan.
·         2 ons garam , garam yang digunakan berasal dari produsen garam dalam negeri dan menggunakan yodium.
·         Bawang putih , bawang putih yang digunakan merupakan bawang putih produksi lokal dan asli Indonesia.
·         Vetsin , vetsin yang digunakan adalah vetsin yang secara umum beredar di pasaran yang sering digunakan secara umum di pasaran.

VI. Rencana Pemasaran
a.Penetapan harga
            dalam penetapan harga jual produk yang dihasilkan , yaitu kerupuk kedelai maka kami melakukan penghitungan harga pokok penjualan dengan memperhatikan beberapa aspek yaitu : ongkos produksi , biaya pembelian bahan baku , biaya transportasi , dan akomodasi penyusutan barang yang selanjutnya dilakukan penjumlahan dan penghitungan yang selanjutnya akan menjadi harga pokok penjualan kerupuk kedelai di pasaran.
b.Pelaksanaan distribusi
            dalam pelaksanaan distribusi , di dalam perusahaan telah terdapat bagian yang menangani masalah distribusi yaitu di bagian pemasaran yang dipimpin oleh Direktur pemasaran. Dalam proses distribusi hasil produksi , perusahaan melakukan kerja sama dengan distributor pihak kedua yang akan menjual hasil produk kerupuk kedelai ke pedagang-pedagang kecil yang ada di pasar. Produsen dalam hal ini memasok produk yang telah dihasilkan ke perusahaan distributor melalui penggunaan kendaraan operasional berupa satu unit mobil yang mana pemasokan barang dilakukan dalam kurun waktu 3 hari sekali.
c. Sistem pembayaran dari pembeli
            adapun sistem pembayaran yang akan diterima dari pembeli , dikarenakan pihak produsen menjual produk kepada distributor maka saat pembayaran diterima saat menyerahkan barang kepada distributor dengan harga yang telah perusahaan sepekati dengan distributor. Pembayaran dilakukan dengan mengalikan harga pokok penjualan dikalikan dengan jumlah barang yang dijualkan dan secara langsung dibayarkan pada karyawan yang mengantarkan produk kereupuk kedelai ke produsen.
d. Konsumen sasaran
            Sasaran utama konsumen dari kerupuk kedelai ini adalah golongan masyarakat baik itu menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Secara lebih khusus dan spesifik sasaran utama dari produksi kerupuk kedelai adalah para ibu rumah tangga yang membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarga mereka di rumah , sehingga sasaran utama penjualan kerupuk kedelai ini adalah bagi para keluarga yang ada di rumah.
e. Wilayah Pemasaran
            Wilayah pemasaran utama dari produk kerupuk kedelai ini adalah konsumen yang berada di kota dan kabupaten di Provinsi Bengkulu dan juga beberapa kabupaten di provinsi tetangga seperti Sumatera selatan , lampung , dan Sumatera Barat yang langsung berbatasan dengan provinsi Bengkulu.
f. Penguasaan pasar
            Dalam hal penguasaan pasar , dikarenakan produsen merupakan warga asli di Kota Bengkulu maka telah mengetahui bagaimana keadaan pasar di Provinsi Bengkulu dan beberapa kabupaten di provinsi Bengkulu. Dan juga dalam hal peredaran kerupuk kedelai di pasaran provinsi Bengkulu masih kurang sehingga produsen peluang mendapat keuntungan besar dari penjualan kerupuk kedelai di pasaran saat ini masih sangat terbuka lebar.


g. Segmentasi Pasar
            Dalam hal segmentasi pasar , maka produsen kerupuk kedelai tidak membatasi peredaran produk kerupuk kedelai hanya pada satu segmen pasar saja namun beredar di semua segmen pasar wilayah pemasaran hasil produksi kerupuk kedelai dari perusahaan kami. Produk kerupuk kedelai dari perusahaan kami dapat ditemukan baik itu pada pasar tradisional , modern , minimarket , swalayan , dan hypermart di wilayah pemasaran produk. Pembagian segmentasi pasar dilakukan berdasarkan karakteristik belanja masyarakat dari setiap golongan ekonomi. Masyarakat menengah ke atas biasa berbelanja di pasar modern dan supermarket sehingga untuk menjangkau mereka maka produsen memasukkan produk di pasar tersebut. Pada masyarakat golongan menengah ke bawah pada umumnya berbelanja di pasar tradisional sehingga untuk menjangkau pembeli dari golongan menengah ke bawah maka produsen juga mendistribusikan produk ke pasar-pasar tradisional.
H. Keuntungan rata-rata penjualan
            Keuntuntungan rat-rata dari penjualan produk kerupuk kedelai berdasarkan hasil perhitungan dari pihak produsen adalah sekitar Rp 30.000.000,- dalam sekali produksi yang dihitung dari  dari laba penjualan-biaya Produksi-hutang dalam proses produksi yang telah dilakukan oleh produsen.

VIII. Aspek Permodalan
a.Uang rata-rata bahan baku
            kebutuhan uang yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dalam sekali produksi produksi kerupuk kedelai dengan kapasitas produksi sebanyak 3000 bungkus kerupuk maka biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh produsen dalam memenuhi bahan baku adalah sekitar Rp 11.000.000,- , biaya produksi ini dapat berubah sewaktu-sewaktu disesuaikan dengan perubahan harga baik itu naik atau turun yang sering terjadi di pasaran saat ini.
b. Biaya bahan penolong
            Kebutuhan biaya bahan penolong seperti vetsin , pewarna makanan , dan plastik untuk membungkus kemasan makanan setelah dilakukan penghitungan dalam sekali proses produksi biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 2.000.000,- sekali produksi dengan kapasitas 3000 bungkus kerupuk.
c. biaya umum
            Biaya umum yang dibutuhkan dalam proses produksi kerupuk kedelai yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp.3.000.000,-
d. Biaya ATK
            Biaya ATK untuk membeli keperluan alat tulis dalam proses produksi kerupuk kedelai di perusahaan anggaran yang dihabiskan dalam sebulan sebesar Rp 250.000,-
e. pajak
            Pembayaran pajak dilakukan oleh perusahaan selama satu tahun sekali dan biaya pembayaran pajak disesuaikan dengan penghitungan yang telah dilakukan oleh direktorat Jenderal pajak di provinsi Bengkulu.
F. Investasi Bangunan
            Biaya investasi bangunan yang dikeluarkan untuk membeli bangunan yang sekarang menjadi lokasi usaha sekarang sebesar Rp. 250.000.000,-
G. Pembelian mesin
            Biaya yang digunakan untuk membeli mesin produksi yang digunakan dalam kegiatan produksi kerupuk kedelai sebesar Rp 500.000.000,-
I.Modal per minggu
            Modal yang diperlukan dalam sekali produksi per minggu dalam memproduksi kerupuk kedelai sebesar Rp 20.000.000,-
J. Modal per bulan
            Modal yang diperlukan dalam produksi kerupuk kedelai dalam satu bulan sebesar Rp 80.000.000,-.

IX. Perencanaan organisasi
a.Uraian tentang kekuasaan
            Di dalam perusahaan terdapat beberapa jabatan yang memiliki tanggung jawab untuk memimpin bagian-bagian yang dikepalainya. Dalam perusahaan kami kekuasaan dibagi ke dalam jabatan beberapa direktur yaitu :
·         Direktur utama : yaitu penanggung jawab semua kegiatan yang ada di perusahaan dan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan perusahaan.
·         Wakil direktur : yaitu penanggung jawab kegiatan di perusahaan selama wakil direktur tidak ada ditempat.
·         Dir. Produksi : yaitu penanggung jawab kegiatan produksi dan memimpin bagian produksi di perusahaan,
·         Dir. Pemasaran : yaitu penanggung jawab kegiatan pemasaran dan memimpin bagian pemasaran di perusahaan.
·         Dir. Personalia : yaitu penanggung jawab terhadap pembagian tugas pekerja di pabrik dan bertanggung jawab pada kesejahteraan pegawai di pabrik.
·         Dir. Pemeliharaan : yaitu penanggung jawab terhadap kegiatan pemeliharaan barang-barang dan alat produksi di perusahaan.
·         Dir.Administrasi : yaitu penanggung jawab pemberkasan dan mengatur alat-alat administrasi kantor.
b. latar belakang anggota tim manajemen
            Latar belakang anggota tim manajemen dalam perusahaan kami , semuanya sudah menamatkan pendidikan SMA dan ada sebagian yang berpendidikan SMK serta semuanya telah mengikuti kursus atau pelatihan sesuai dengan bidang yang mereka pimpin. Rata-rata yang menjadi direktur di perusahaan telah memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun sebagai syarat untuk masuk menjadi anggota tim manajemen.

X. Resiko
a.Evaluasi tentang kelemahan bisnis
            Kelemahan dari bisnis pembuatan kerupuk kedelai pengusaha identifikasikan sebagai berikut :
1.      Faktor cuaca , kelemahan dari faktor cuaca ini adalah apabila cuaca sedang mendung sehingga mengganggu proses penjemuran kerupuk kedelai. Apabila cuaca buruk berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka akan membuat produk kerupuk kedelai yang tidak dijemur menjadi busuk sehingga mengganggu hasil produksi kerupuk kedelai bahkan membuat terjadinya gagal produksi.
2.      Faktor penjualan , kelemahan kedua yang dialami dalam bisnis pembuatan kerupuk kedelai ini adalah faktor penjualan yang mana dalam penjualan ini apabila hasil penjualan tidak tejual dengan maksimal sehingga produk yang telah dihasilkan tidak bisa terjual dengan cepat dan mengakibatkan tumpukan hasil produk yang mengakibatkan kerugian yang dialami oleh pengusaha.
3.      Faktor ketersedian kedelai , kelemahan ketiga dari bisnis pembuatan kerupuk kedelai adalah ketersediaan bahan baku utama yaitu kacang kedelai. Sebagaimana diketahui produksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi kuota kebutuhan konsumsi kedelai masyarakat Indonesia sehingga masih dilakukan impor kedelai yang mana mengakibatkan sering terjadinya perubahan harga kedelai secara tiba-tiba yang membuat perhitungan biaya produksi yang telah dilakukan menjadi kacau dan mengakibatkan kerugian pada pengusaha. Ketersediaan kedelai sendiri juga mempengaruhi sebab beberapa tahun terakhir sering terjadi kelangkaan kedelai menyebabkan terganggunya produksi sehingga mengakibatkan pesanan kerupuk kedelai dari pelanggan tidak terpenuhi akibat kegiatan produksi yang terganggu. Oleh kelangkaan bahan baku kedelai.
b. Gambaran teknologi
            Teknologi yang digunakan dalam produksi kerupuk kedelai ini menggunakan teknologi yang telah mengikuti perkembangan teknologi modern dalam industri saat ini. Adapun gambaran teknologi yang digunakan adalah :
·         Mesin penggiling kedelai yang memiliki kemampuan untuk menggiling kedelai dalam jumlah besar yaitu sekitar 4000 biji kedelai dalam sekali penggilingan.
·         Mesin penghancur kedelai yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan kedelai dalam jumlah besar yaitu 4000 biji kedelai dalam sekali proses penghancuran.
·         Mesin cetak kerupuk yang memiliki kemampuan untuk mencetak adonan kerupuk kedelai menjadi bentuk kerupuk kedelai dengan kapasitas produksi 60 kerupuk per menit
·         Mesin pengering untuk mengeringkan kerupuk kedelai mentah menjadi setengah kering dengan kapasitas pengeringan sebanyak 3000 kerupuk kedelai dalam sehari.
Mesin-mesin tersebut dioperasikan melalui penggunaan teknologi berbasis komunikasi modern dan menggunakan komputer sebagai penggerak utamnya.

XI. Perencanaan permodalan
a.Neraca permulaan perusahaan
Aktiva
Pasiva
Kas                      Rp.400.000.000,-
Utang usaha             Rp 200.000.000,-
Peralatan             Rp.800.000.000,-
Modal                       Rp 400.000.000,-
Perlengkapan      Rp      1.000.000,-
Pendapatan              Rp 501.000.000,-
Total                   Rp 1.201.000.000,-
Total                        Rp 1.201.000.000,-
b. Proyeksi aliran kas
            Aliran kas yang dimiliki oleh perusahaan di proyeksikan untuk membayar gaji karyawan , pemeliharaan alat-alat produksi di perusahaan , pembelian perlengkapan habis pakai , dan juga yang paling utama adalah untuk melakukan pembelian bahan baku untuk produksi kerupuk kedelai.
c. Sumber-sumber permodalan
            Sumber utama permodalan yang dimiliki oleh perusahaan dalam memproduksi kerupuk kedelai berasal dari pinjaman bank , hasil penjualan produk dagang kerupuk kedelai dan sebagian berasal dari patungan modal pemilik perusahaan.

XII. Apendix
Dalam rancangan business plane ini , kami dari pihak perusahaan PT.Gemilang Agrari Food,tbk melampirkan beberapa dokumen seperti :
·         Surat-surat : diantaranya berisi dokumen izin pendirian usaha dari pemerintah kota , surat tanda perusahaan telah terdaftar di Disperindag , surat keterangan kepemilikan perusahaan , dan surat tanda terdaftar pada anggota organisasi perusahaan.
·         Data penelitian pasar , yaitu data penelitian tentang keadaan pasar di wilayah pemasaran produk kerupuk kedelai yaitu di wilayah pemasaran produk yaitu di wilayah provinsi Bengkulu dan beberapa kabupaten di provinsi tetangga.
·         Surat-surat kontrak , yaitu rancangan surat-surat kontrak yang akan dipelajari oleh calon investor di perusahaan beserta segala persyaratan dan ketentuan-ketentuan perjanjian di dalam kontrak.
·         Daftar harga bahan baku yang berasal dari toko-toko yang mensuplai bahan baku untuk produksi kerupuk kedelai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar