Minggu, 18 Desember 2011

peranan guru dalam proses pembelajaran

Bab 1 : Pendahuluan
1.1            Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting di era modern ini. Dalam pendidikan satu hal yang paling mutlak dan tidak dapat di hilangkan adalah guru. Keberadaan guru sendiri sudah ada sejak pada zaman manusia diciptakan dan menempati muka bumi , sebab manusia mempelajari semua hal dari guru seperti memasak , berburu , dan segala kativitas di muka bumi harus dipelajari dari seseorang yang mana orang yang mengajarkan itu dapat kita sebut guru. Pada era modern ini guru mengalami penciutan makna , guru dipahami sebagai orang yang mengajar di sekolah dengan latar belakang sarjana pendidikan dan bertugas mengajarkan materi yang sudah disusun dalam kurikulum dan memberikan penilaian dalam bentuk nilai. Terlepas dari penciutan makna tersebut , peran guru sangat diperlukan oleh masyarakat , sebab guru lah yang mengajarkan hal-hal yang mungkin tidak diajarkan dalam keluarga atau sudah diajarkan namun penyampaiannya belum sempurna. Guru sendiri merupakan salah satu komponen utama dalam perkembangan seorang anak , sebab anak hampir menghabiskan separuh waktunya dengan guru , dan guru juga yang mengajarkan anak muridnya kasih sayang , bertoleransi antar teman-temannya , dan juga guru juga yang memberi bekal yang paling utama kepada anak dalam mengarungi kerasnya kehidupan yaitu ilmu pengetahuan yang berguna bagi anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan kedudukan yang terhormat dalam masyarakat. Oleh sebab itu peranan guru sangat penting dan tidak dapat tergantikan dalam kehidupan manusia.
1.2.rumusan masalah
            Adapun rumusan masalah yang dapat penulis sampaikan dalam makalah ini adalah:
1.      apakah Peranan guru dalam aktivitas pembelajaran ?
2.      bagaimana bentuk peran guru dalam aktivitas pembelajaran siswa ?
3.      apa saja strategi yang dapat diterapkan oleh guru dalam mendukung perannya dalam proses pengajaran di kelas ?
1.3.batasan masalah
            Karena pembahasan dalam materi ini mencakup banyak hal , maka penulis membatasi pembahasan topik dalam makalah ini yaitu membahas hal-hal yang berkaitan dengan peran guru dalam aktivitas pembelajaran siswa.

1.4.kegunaan penulisan makalah
            Adapun kegunaan dalam penulisan makalah ini adalah :
1.      kita dapat mengetahui peranan guru dalam aktivitas pembelajaran
2.      kita dapat mengetahui bagaimana bentuk-bentuk peran guru dalam aktivitas pembelajaran siswa
3.      kita dapat mengetahui strategi apa yang dapat diambil guru dalam mendukung perannya dalam proses pengajarannya didalam kelas

Bab 2 : Pembahasan

2.1.peranan guru dalam aktivitas pembelajaran
            Daud Yusuf (1982) menyatakan bahwa peran guru dapat dibedakan menjadi tiga yaitu peran guru sebagai seorang yang profesional , peran guru sebagai seorang manusiawi , dan juga peran guru sebagai seorang yang berada didalam masyarakat lingkungan tempat tinggalnya. Peran guru sebagai seorang yang profesional yaitu guru berperan menyampaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya serta keterampilan yang ada padanya untuk disalurkan kepada anak murid yang belum mengetahui apa-apa tentang ilmu tersebut. Peran guru sebagai seorang manusiawi yaitu guru berperan membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugasnya sebagai seorang pendidik dan menjadikan anak didiknya dapat memenuhi tugas-tugasnya sebagai seorang manusia yang seutuhnya. Peran guru sebagai masyarakat yaitu guru berperan sebagai masyarakat yaitu guru berperan sebagai seorang masyarakat yang tunduk pada UUD 1945 dan sesuai dengan GBHN bangsa dan negara Indonesia.
            Ketiga peran guru tersebut harus dijalankan secara bersamaan dalam suatu organisasi yang harmonis dan dinamis. Dengan dapat dijalankannya ketiga peran tersebut oleh guru dengan baik maka guru tersebut mampu menjadi motivator , katalisator , dan stabilisator dalam lingkungan masyarakat tempat ia bertugas dan lingkungan tempat tinggalnya.
             Ketiga peran guru ini dipandang dari segi anak didik yaitu bagaimana guru tersebut dapat memberikan pengetahuan yang terjadi dimasa lalu , masa sekarang , dan yang akan terjadi dimasa mendatang. Dengan pengetahuan yang telah diberikan akan mampu membuat anak tersebut mampu menentukan nilai-nilai kehidupan yang akan dianutnya dan juga anak tersebut akan mampu berkomunikasi dalam kehidupan masyarakat agar ia mampu hidup bermasyarakat dengan baik dan perilakunya tidak bertentangan dengan nilai masyarakat dan ia tidak mengasingkan diri didalam masyarakat.
            Dalam peningkatan peran guru dalam proses pembelajaran harus dimulai sejak guru tersebut masih berstatus mahasiswa calon guru pada LPTK yang mana mendidik para calon guru tersebut menjadi manusia yang seutuhnya (person) dan tidak hanya menjadi seorang pengajar (teacher/mentor) tetapi juga mampu menjadi makhluk yang berbudaya , sebab budayalah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Manusia sendiri jika ia tidak menempu pendidikan dan mendapat pengajaran dari seorang guru maka ia belum dapat menjadi seorang makhluk yang berbudaya sebab budaya lahir dari pengetahuan yang tentunya diperoleh melalui suatu proses pendidikan.
            Peran guru yang utama adalah mendidik manusia menjadi makhluk yang berbudaya. Dan untuk mendidik manusia menjadi makhluk yang berbudaya akan lebih mudah jika manusia tersebut telah memperoleh pendidikan yang cukup. Oleh karena itu agar guru dapat menjalankan perannya dengan baik maka guru harus dipersiapkan menjadi makhluk yang berilmu dan berbudaya dengan 3 elemen pokok yaitu:
1.      Orang yang disiapkan menjadi guru ini melalui prajabatan (initial training) harus mampu menguasai satu atau beberapa disiplin ilmu yang akan diajarkannya di sekolah melalui jalur pendidikan, paling tidak pendidikan formal. Tidak mungkin seseorang dapat dianggap sebagai guru atau tenaga kependidikan yang baik di satu bidang pengetahuan kalau dia tidak menguasai pengetahuan itu dengan baik. Ini bukan berarti bahwa seseorang yang menguasai ilmu pengetahuan dengan baik dapat menjadi guru yang baik, oleh karena biar bagaimanapun mengajar adalah seni. Tetapi sebaliknya biar bagaimanapun mahirnya orang menguasai seni mengajar (art of teaching), selama ia tidak punya sesuatu yang akan diajarkannya tentu ia tidak akan pantas dianggap menjadi guru.
 
2.      Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya, ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Jadi bagi guru-guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum.
 
3.      Pendidikan terhadap guru atau tenaga kependidikan dalam dirinya seharusnya merupakan satu pengantar intelektual dan praktis kearah karir pendidikan yang dalam dirinya (secara ideal kita harus mampu melaksanakannya) meliputi pemagangan. Mengapa perlu pemagangan, karena mengajar seperti juga pekerjaan dokter adalah seni. Sehingga ada istilah yang populer di dalam masyarakat tentang dokter yang bertangan dingin dan dokter yang bertangan panas, padahal ilmu yang diberikan sama. Oleh karena mengajar dan pekerjaan dokter merupakan art (kiat), maka diperlukan pemagangan. Karena art tidak dapat diajarkan adalah teknik mengajar, teknik untuk kedokteran. Segala sesuatu yang kita anggap kiat, begitu dapat diajarkan diakalau menjadi teknik. Akan tetapi kalau kiat ini tidak dapat diajarkan bukan berarti tidak dapat dipelajari. Untuk ini orang harus aktif mempelajarinya dan mempelajari kiat ini harus melalui pemagangan dengan jalan memperhatikan orang itu berhasil dan mengapa orang lain tidak berhasil, mengapa yang satu lebih berhasil, mengapa yang lain kurang berhasil.











2.2.bentuk peranan guru dalam proses pembelajaran
            Adapun bentuk-bentuk peranan guru dalam proses pembelajaran menurut  pullias dan young (1978) , Manan (1990) , serta Yellow dan Yeinstein adalah :

1.guru sebagai pendidik
            Yaitu guru harus menjadi seorang yang tokoh yang dianut ilmunya , di hormati oleh anak muridnya dan lingkungan serta mampu menjadi panutan bagi mereka. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya seorang guru harus memiliki pribadi , ilmu , dan wawasan yang cukup untuk mewujudkan hal tersebut.

2.guru sebagai pengajar
            Yaitu guru harus mampu menjadi pengajar yang baik yang mana guru tersebut mampu menyajikan materi yang jelas dan dapat dipahami oleh murid agar para murid tersebut memiliki ilmu dan keterampilan yang sesuai dengan keperluan dunia kerja yang akan dimasukinya. Selain itu guru tersebut harus mampu menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa agar mereka menjadi aktif dalam proses pembelajaran.

3.guru sebagai pembimbing
            Dalam menjalankan tugas pembimbingnya , guru membimbing 4 hal yaitu : guru harus merencanakan pembelajaran dengan melihat potensi siswa , melihat keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran , memaknai kegiatan belajar , dan melaksanakan penilaian terhadap proses belajar siswa.

4.guru sebagai pelatih
            Dalam pengembangan kemampuan intelektual dan motorik siswa diperlukan latihan agar mereka semakin terampil dan menambah kemampuannya. Guru berperan sebagai pelatih yang memberikan latiahan kepada siswa tersebut dan memberikan penilaian serta evaluasi terhadap hasil kerja siswa tersebut.

5.guru sebagai penasihat
            Yaitu guru dapat memberikan nasihat kepada anak didiknya dan orang tua terhadap masalah dan hambatan dalam menempuh pendidikan. Untuk peran ini yang lebih diutamakan adalah guru Bimbingan dan Konseling sebab mereka telah mendapat ilmu psikologi yang membantu mereka dalam memahami kejiwaan serta kepribadian anak murid agar dapat memberikan nasihat yang tepat.

6.guru sebagai pembaharu
            Yaitu guru mampu menjebatani ilmu , pengalaman , serta keterampilan dari generasi terdahulu kepada generasi muda dengan menerjemahkan kedalam bahasa dan penyajian materi yang sesuai dengan pemahaman dan perekembangan generasi muda saat ini.

7.guru sebagai model dan teladan
            Dalam peran ini , guru tidak bisa menolak sebab ini merupakan kodrat dan harus dijalankan oleh guru. Guru sebagai model sebab guru harus menampilkan model pengajaran yang baik , perilaku , dan tata krama yang tentunya akan menjadi contoh bagi anak didiknya. Guru sebagai teladan yaitu semua hal yang positif yang ada pada guru seperti : pola perilaku , keilmuan , cara guru tersebut berbusana , pola pikirnya , dan semua hal yang positif ada pada guru dijadikan teladan yang akan selalu diingat dan dilaksanakan oleh anak didiknya.

8.guru sebagai pribadi
            Yaitu kepribadian guru yang dapat dicontoh dan dijalankan di tengah masyarakat , selain itu sebagai pribadi guru juga harus mampu berbaur dengan lingkungannya dan dalam pergaulannya sebagai pribadi guru harus memperhatikan nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungannya dan tidak melanggar nilai-nilai tersebut , sebab apabila dilanggar maka akan menimbulkan pertentangan dalam masyarakat dan akan mengganggu proses pendidikan.

9.guru sebagai peneliti
            Yaitu pendidikan seperti seni yang memerlukan penyesuaian dalam masyarkat. Dalam penyesuaian itu diperlukan suatu penelitian yang dapat menemukan cara penyesuaian yang efektif , tentu saja penelitian itu melibatkan guru sebagai komponen utama pendidikan dan guru dapat melakukan penelitian dengan tepat dan efektif sebab guru langsung berhubungan dengan pendidikan sehingga hasil penelitiannya dapat ia terapkan secara langsung

10.guru sebagai pendorong kreatifitas
            Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan dan guru dituntut harus menunjukkan dan mendemonstrasikan kreatifitas di depan anak didiknya. Kreatifitas ditandai dengan lahirnya suatu kreasi , bentuk , dan pemikiran yang baru diciptakan. Dalam hal ini guru menciptakan suatu proses pembelajaran yang partisipatif dan selalu mengalami perubahan sehingga nurid menganggap bahwa gurunya sebagai orang yang kreatif dan muridnya terdorong untuk meniru kekreatifitasan yang ditunjukkan oleh gurunya.

11.guru sebagai pembangkit pandangan
            Yaitu guru dapat membangkitkan pandangan murid tentang kewibawaannya , yang mana untuk peran ini guru harus mampu menciptakan komunikasi yang baik dan terarah dengan siswa sehingga guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan siswa menjadi terfokus pada guru tersebut.

12.guru sebagai pemindah kemah
            Yaitu guru dipahami sebagai pemindah kemah yang bermakna memindahkan dari hal yang lama ke hal yang baru yang dapat mereka pahami. Guru sendiri mampu mencari dan menyelesaikan masalh , hambatan , dan kepercayaan yang menghalangi peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan. Guru membantu mereka menjauhi hal-hal tersebut dan membawa mereka ke arah yang lebih baik dan mengubah polah kehidupan mereka.

13.guru sebagai pekerja rutin
            Yaitu profesi guru memiliki keterampilan dan kebiasaan tertentu. Guru memiliki beban dan kewajiban tertentu yang harus dijalankan dengan baik , apabila tidak maka profesi guru tersebut tidak akan berjalan dengan baik.


14.guru sebagai pembawa cerita
            Yaitu guru membawakan cerita yang bermanfaat seperti fabel , legenda , dan biografi tokoh-tokoh terkenal serta guru dapat menyampaikan pengalaman-pengalamannya sendiri dalam proses kehidupannya. Cerita yang disampaikan guru hendaknya mengandung nilai-nilai pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diasuhnya dan tingkat pendidikan anak didiknya. Cerita yang disampaikan guru hendaknya juga mengandung motivasi yang membangkitkan minat belajar siswa.

15.guru sebagai seorang aktor
            Yaitu guru tidak hanya melakukan riset mengenai pendidikan tetapi juga melakukan riset mengenai pola kepribadian anak didiknya. Dengan dilakukannya riset guru dapat merancang kembali stretegi pembelajarannya dan menghasilkan model pembelajaran baru yang selalu dimodifikasi sehingga anak didik tidak menjadi bosan terhadapnya.
16.guru sebagai seorang emansipator
            Yaitu guru berperan sebagai seorang pembangkit rasa percaya diri anak didiknya ketika mereka mengalami suatu masalah yang membuat mereka dicampakkan dan dibuang oleh kelompoknya sehingga anak tersebut mengalami tekanan mental dan rasa percaya dirinya turun , maka guru harus tampil sebagai emansipator bagi anak tersebut.

17.guru sebagai seorang evaluator
            Penilaian atau evaluasi merupakan aspek penting dalam pendidikan yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai macam variabel yang ada dalam dunia pendidikan. Dalam evaluasi harus melewati tiga tahap yaitu persiapan , pelaksanaan , dan tindak lanjut. Dalam proses evaluasi harus dilaksanakan secara adil dan berimbang.

18.guru sebagai seorang pengawet/pewaris
            Guru bertugas untuk mewarisi suatu kebudayaan dari generasi dahulu ke generasi berikutnya , sebab hasil kebudayaan manusia terdahulu masih memiliki kegunaan dan bermakna bagi kehidupan manusia zaman sekarang. Guru juga harus memiliki pandangan yang positif terhadap hal yang diawetkannya agar tidak terjadi kesalah pahaman murid dalam memahami kebudayaan tersebut.

19.guru sebagai seorang kulminisator
            Yaitu guru sebagai seorang yang memberikan penilaian akhir yang membuat peserta didik mengetahui perkembangan proses pendidikan dan penguasaan materi yang telah dikuasai oleh anak tersebut.










2.3.metode dalam penerapan peranan guru dalam proses pembelajaran
            Dalam penerapan peranan guru dalam proses pembelajaran memerlukan metode-metode agar guru tersebut dapat menjalankan perannya dalam tepat dan mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun metode-metode yang dapat digunakan adalah :

1.strategi pembelajaran ekspositori
            Dalam sistem pembelajaran ini , guru berperan sangat dominan sebab materi pelajaran telah disiapkan oleh guru dan murid hanya dituntut memahami materi pelajaran tersebut tanpa memikirkan ulang pelajaran tersebut. Pada masa pembelajaran modern saat ini strategi ini mulai ditinggalkan.

2.strategi pembelajaran inkuiri
            Dalam strategi pembelajaran ini , murid dituntut mencari bahan materi pelajaran sendiri dan mengembangkannya. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang mengoreksi penyampaian materi oleh siswa. Pada strategi pembelajaran ini murid memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya dan pemikirannya tentang strategi pembelajaran.

3.strategi pembelajaran kooperatif
            Dalam strategi pembelajaran ini , guru membentuk kelompok-kelompok kecil yang memiliki perbedaan latar belakang ras , jenis kelamin , agama , suku , dan kemampuan akademik yang berbeda satu sama lain. Dalam strategi ini guru dapat memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja yang sangat baik , sehingga mendorong kelompok-kelompok tersebut bekerja sama dan saling berinteraksi.

4.strategi pembelajaran berbasis masalah
            Dalam strategi pembelajaran ini , murid dipersilahkan membentuk kelompok-kelompok sendiri dan mereka ditugaskan mencari masalah yang sesuai dengan pokok bahasan yang dibahas dan menyelesaikan masalah tersebut secara ilmiah. Hasil kerja mereka kemudian didiskusikan dengan kelompok lain. Peran guru dalam strategi pembelajaran ini adalah sebagai fasilitator dan evaluator.

5.strategi pembelajaran kontekstual (CTL)
            Dalam strategi pembelajaran ini murid dituntut untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mencari sumber bahan pelajaran sendiri , kemudian murid melakukan observasi lingkungan dengan melihat masalah tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka dan murid menyelesaikan masalah yang ada dengan melihat permasalahan tersebut ke dalam lingkungannya sehingga penyelesaian masalah yang ada tidak hanya bersifat teori tapi dapat diterapkan dalam penyelesaian masalah tersebut ke dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya.








Bab 3 : Kesimpulan

3.1.kesimpulan
            Adapun kesimpulan yang dapat penulis tarik dari penguraian materi peranan guru dalam aktivitas pembelajaran adalah:
a.      Guru memiliki 3 peranan yaitu peranan guru sebagai seorang pendidik , peranan guru sebagai warga negara , dan peranan guru sebagai masyarakat di lingkungannya yang mana ketiga peranan tersebut harus berjalan secara bersamaan dan optimal. Jika ketiga peranan tersebut tidak berjalan secara optimal maka akan sulit bagi guru tersebut untuk mencapai dan mewujudkan tujuannya dalam mendidik anak didiknya.
b.       Guru memiliki banyak peranan , beberapa peranan guru tersebut antara lain guru sebagai evaluator , fasilitator , pemindah kemah , kulminator , profesional dan berbagai peranan lainnya yang menunjang tugas-tugas guru.
c.       Dalam mewujudkan peranannya dalam aktivitas pembelajaran guru dapat memilih beberapa strategi yang dapat digunakan dalam menangani anak didiknya. Strategi yang dapat dipilih oleh guru antara lain : strategi pembelajaran ekspositori , inkuiri , kooperatif , berbasis masalah , dan kontekstual

3.2.saran
            Adapun saran yang dapat penulis berikan dari hasil penulisan makalah ini adalah:
a.      Hendaknya guru yang sudah bertugas memahami betul peran yang harus dijalankannya dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh agar proses belajar mengajar yang berjalan terarah dan menghasilkan kualitas output yang berkualitas
b.      Bagi mahasiswa FKIP yang merupakan calon guru , hendaknya memahami betul tugas dan peranan seorang guru baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan timpat tinggalnya sehingga ketika menjadi seorang guru sudah mampu menjalankan peranan dan tugasnya sebagai seorang guru.
c.       Hendaknya peranan guru juga diketahui oleh masyarakat pada umumnya agar ketika saat guru menjalankan perannya tidak timbul kesalahpahaman dengan masyarakat yang mengakibatakan hal yang merugikan bagi keduanya.













DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar