Sabtu, 02 November 2013

konferensi kasus

SATUAN KEGIATAN PENDUKUNG
KONFERENSI KASUS

A.Strategi Layanan               : Layanan Responsif
B. Bidang Bimbingan           : Bidang Bimbingan sosial
C. Jenis kegiatan                   : Konferensi kasus
D. Fungsi kegiatan                : Pengentasan masalah
E. Tujuan kegiatan
            Tujuan kegiatan yang ingin dicapai adalah mengentaskan masalah agar klien mendapatkan penanganan yang tepat.
F. Subjek masalah                 : Siswa kelas VIII SMP inisial M-C
G. Gambaran Masalah
·         Siswi M-C merupakan seorang siswi yang pindahan yang mana di sekolah asalnya siswi ini tidak naik ke kelas VIII sehingga ia harus pindah sekolah agar ia dapat naik kelas.
·         Siswi M-C berdasarkan pengamatan keseharian di kelas sering tidak mau berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya dan lebih banyak diam sehingga terlihat seperti menyimpan suatu beban yang sangat berat di dalam dirinya.
·         Siswi M-C selama 3 bulan masa bersekolah di Semester 1 sering tidak hadir tanpa memiliki alasan yang jelas ke sekolah. Dalam seminggu siswa M-C hanya masuk ke dalam kelas pada setiap senin, selasa, dan rabu sedangkan sisa hari lainnya siswi ini sering tidak masuk sekolah.
·         Nilai-nilai yang diperoleh siswi M-C selama 3 bulan masa sekolah sering mendapat nilai dibawah Standard KKM baik itu dalam hasil tugas, pekerjaan rumah, dan ulangan harian di sekolah.
·         Orangtua siswi M-C kurang memiliki perhatian terhadap kegiatan belajar anaknya hal ini dikarenakan mereka sangat sibuk mencari nafkah untuk anaknya dan di rumah siswi M-C tidak mendapat bantuan dalam kegiatan belajar.
·         Saat pelajaran Bahasa Indonesia didapati suatu fakta, bahwa siswi M-C mengalami gangguan belajar karena dirinya tidak mampu memahami makna yang terkandung dalam suatu kalimat didalam buku teks bacaan. Hal ini mengakibatkan siswi M-C tidak mampu memahami materi pelajaran yang diajarkan guru di depan kelas.
H. Tempat Penyelenggaraan                        : Ruang Konseling
I. Waktu                                                         : 30 Oktober 2013
J. Penyelenggara kegiatan                            : Guru Pembimbing
K. Pihak yang terlibat
·         Kepala sekolah
·         Guru pembimbing/konselor
·         Wali kelas
·         Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
·         Orangtua siswi M-C
·         Kakak siswi M-C
·         Psikolog
L. Bahan dan Keterangan                           : data konseling, daftar nilai, dan absen sekolah
M. Penggunaan hasil konferensi
            Hasil dari kegiatan konferensi kasus ini akan digunakan sebagai bahan-bahan pertimbangan pengentasan masalah yang dialami oleh Konseli.
N. Rencana penilaian dan tindak lanjut
            Rencana penilaian dan tindak lanjut yang akan dilakukan dari hasil kegiatan konferensi kasus ini adalah :
·         Banyaknya kegiatan yang dilakukan dan mutu kegiatan yang diperoleh
·         Intensitas program pengentasan masalah
·         Keterbukaan masing-masing peserta konferensi.
O. Catatan Khusus
·         Kegiatan konferensi kasus ini terlebih dahulu sudah mendapatkan izin dan persetujuan dari siswi klien.
·         Hasil dari kegiatan konferensi kasus ini akan dimasukkan ke dalam himpunan data pribadi klien.





SKENARIO KONFERENSI KASUS
KEPALA SEKOLAH          : Zelmi Anggraini , M.Pd
Konselor                                 : Reno Agung Laksono, S.Pd.Kons
Wali kelas                               : Baniah Barizah, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia        : Putri Biyani,S.Pd
Psikolog                                  : Afrida Martiana, S.Psi
Orang tua                               : Irfan Nur Hidayat
Kakak                                                : Novita

Konselor :
            Assalamualaikumwarahmatulahiwabarokatuh terima kasih Saya ucapkan kepada Saudara sekalian karena telah mau memenuhi undangan untuk menghadiri konferensi kasus kali ini. Kegiatan konferensi kasus kita kali ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan juga solusi yang tepat untuk menangani kasus yang dialami oleh salah satu siswi kita dengan inisial M-C dari kelas VIII. Adapun gambaran masalah dialami oleh siswi ini adalah :
·         Siswi M-C merupakan seorang siswi yang pindahan yang mana di sekolah asalnya siswi ini tidak naik ke kelas VIII sehingga ia harus pindah sekolah agar ia dapat naik kelas.
·         Siswi M-C berdasarkan pengamatan keseharian di kelas sering tidak mau berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya dan lebih banyak diam sehingga terlihat seperti menyimpan suatu beban yang sangat berat di dalam dirinya.
·         Siswi M-C selama 3 bulan masa bersekolah di Semester 1 sering tidak hadir tanpa memiliki alasan yang jelas ke sekolah. Dalam seminggu siswa M-C hanya masuk ke dalam kelas pada setiap senin, selasa, dan rabu sedangkan sisa hari lainnya siswi ini sering tidak masuk sekolah.
·         Nilai-nilai yang diperoleh siswi M-C selama 3 bulan masa sekolah sering mendapat nilai dibawah Standard KKM baik itu dalam hasil tugas, pekerjaan rumah, dan ulangan harian di sekolah.
·         Orangtua siswi M-C kurang memiliki perhatian terhadap kegiatan belajar anaknya hal ini dikarenakan mereka sangat sibuk mencari nafkah untuk anaknya dan di rumah siswi M-C tidak mendapat bantuan dalam kegiatan belajar.
·         Saat pelajaran Bahasa Indonesia didapati suatu fakta, bahwa siswi M-C mengalami gangguan belajar karena dirinya tidak mampu memahami makna yang terkandung dalam suatu kalimat didalam buku teks bacaan. Hal ini mengakibatkan siswi M-C tidak mampu memahami materi pelajaran yang diajarkan guru di depan kelas.
Kemudian Saya melakukan observasi terhadap kegiatan M-C selama di kelas dan Saya mendapati hasil sebagai berikut :
            Siswi ini ketika jam pelajaran berlangsung lebih banyak diam dan tidak aktif untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Ketika guru yang mengajar didepan kelas bertanya ia banyak diam dan tidak bisa menjawab. Dalam interaksi didalam kelas Siswi ini juga tidak terlalu sering berbicara dengan teman sekelasnya sehingga ia tidak terlalu sering mendapatkan bantuan dari teman sekelasnya ketika pelajaran berlangsung. Selain itu dalam pengamatan Saya terlihat bahwa Siswi ini ekspressi wajahnya terlihat sangat frustasi dan memendam kekecewaan yang berat terhadap keadaan yang dialaminya saat selain itu dalam pengamatan saya dalam satu minggu Siswi M-C ini hanya hadir saat hari Senin, Selasa, dan Rabu sedangkan 3 berikutnya siswi ini selalu tidak hadir di Sekolah.
            Baiklah sekarang diantara Bapak dan Ibu adakah yang ingin menyampaikan pendapatnya ?
Kepala Sekolah :
            Baiklah Saya ingin memberikan pendapat Saya terlebih dahulu, Ketika Saya menerima Siswi ini masuk ke Sekolah ini Saya sudah mendapati fakta bahwa Siswi ini tidak naik kelas dengan catatan khusus yaitu harus pindah ke sekolah lain. untuk nilai raport-nya saat masuk ke sekolah ini nilai raport-nya sudah memenuhi standard KKM setiap mata pelajaran sehingga saya tidak memiliki alasan untuk menolak siswa tersebut karena telah memenuhi syarat untuk diterima di Sekolah ini.
Konselor :
            Baik terima kasih kepada Ibu , Sekarang kita akan mendengar penuturan dari Wali kelas di kelas M-C tentang perilaku M-C. Silahkan ibu ?
Wali Kelas :
            Baiklah terima kasih Bapak, Saya perkenalkan diri saya Dahulu nama Saya Baniah Barizah saya wali kelas VIII dan merupakan orang tua siswa M-C di sekolah. Dalam pengamatan saya sehari-hari M-C merupakan siswa yang cukup baik dan tidak membuat hal-hal yang aneh saat berada di sekolah. Memang Saya sering mendengar keluhan-keluhan dari guru mata pelajaran bahwa siswi ini sangat pendiam saat di dalam kelas dan juga tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Namun saya katakan bahwa mungkin dia sedang dalam masa penyesuaian karena baru pindah ke Sekolah baru, akan tetapi sudah 3 bulan sejak masa sekolah dimulai keluhan-keluhan guru terus berlanjut dan bahkan sebagian dari mereka malah meminta Saya untuk menasehati siswi ini secara lebih mendalam. Selain itu teman-teman sekelas M-C juga sering melaporkan kepada saya bahwa M-C jarang sekali berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya, banyak diam dan jarang bicara saat di dalam kelas, dan sering tidak masuk sekolah dengan alasan yang jelas.
Konselor :
            Baiklah terima kasih Ibu, sekarang kita akan mendengar informasi dari perwakilan guru mata pelajaran yang mengajar di kelas VIII tentang siswi M-C. Silahkan ibu ?
Guru Bahasa Indonesia :
            Baiklah Saya perkenalkan diri Saya dahulu, Nama saya Putri Biyani saya biasa dipanggil Ibu Putri dan mata pelajaran yang saya ajarkan di kelas M-C adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Disini saya memberikan informasi bahwa saya mendapati fakta bahwa M-C sangat lambat memahami arti dalam sebuah kalimat. Hal ini terbukti ketika saya mengambil nilai praktek kompetensi membaca dan memahami ia tidak mampu memahami maksud kalimat dalam wacana seperti teman-temannya yang lain sehingga Saya tidak bisa meluluskan M-C untuk kompetensi tersebut hal ini mengakibatkan M-C sangat malu untuk mengikuti pelajaran saya. Hal ini semakin terlihat dari kehadiran M-C yang hanya pada hari senin sampai rabu sedangkan 3 hari lainnya ia tidak hadir ke sekolah. Saya sendiri memiliki jam mengajar di kelas M-C pada hari kamis dan jum’at  sehingga M-C sangat menghindari bertemu dengan saya dengan tidak hadir di sekolah setiap hari kamis sampai sabtu.
Konselor :
            Baiklah terima kasih ibu Putri, sekarang kita akan mendengar informasi tentang siswi M-C dari orangtuanya di rumah. Silahkan kepada Bapak.
Orang tua :
            Baiklah saya perkenalkan diri saya, Nama saya irfan Nur Hidayat saya biasa dipanggil Bapak Irfan. Dalam pengamatan saya sehari-hari anak Saya yaitu M-C memiliki perilaku yang biasa dan normal sebagaimana anak-anak lainnya di rumah, hanya saja anak saya ini orangnya sedikit pendiam dan tidak terlalu banyak berbicara baik kepada Saya ataupun kepada ibunya. Dalam pengamatan saya juga Anak ini jarang belajar saat di rumah dan ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menonton televisi atau mengasuh adik bungsunya yang berusia 3 tahun. Saya sendiri hanya bisa memperhatikan anak saya hanya pada malam hari Karena saya baru pulang dari pekerjaan saya sekitar pukul 7 malam sehingga saya hanya bisa memperhatikan anak saya hanya pada malam hari. Dan dalam pengamatan saya anak saya di rumah tidak pernah membuat PR yang diberikan oleh guru.
Konselor :
            Baiklah terima kasih bapak, sekarang saya ingin mendengar informasi tentang M-C dari sudut pandang Saudara M-C, kepada kakak dari M-C saya persilahkan.
Kakak M-C :
            Baiklah terlebih dahulu saya memperkenalkan diri dahulu. Nama saya Novita saya anak tertua dalam keluarga dan dalam hal ini kakak dari M-C. Adik saya inisehari-hari di rumah seperti yang dijelaskan oleh ayah saya orangnya memang pendiam dan tidak terlalu banyak bicara. Adik saya ini juga sangat jarang membuat pekerjaan rumah dari sekolah. Namun saat ia sedang mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah ia selalu bertanya dan meminta penjelasan dari saya tentang maksud soal yang ia kerjakan. Saya sendiri heran kenapa di usianya yang hampir 14 tahun namun tidak mampu memahami sendiri maksud dari soal yang dikerjakannya. Di rumah sendiri ketika sedang belajar Adik saya memang sering diperintah sama ibu untuk menjaga adik bungsu laki-laki kami yang berusia 3 tahun sehingga ketika sudah disuruh untuk menjaga adik bungsu kami, M-C mengurungkan niatnya untuk belajar dan memilih menjaga adik kami. Setahu saya lagi setiap hari M-C pergi ke sekolah karena saya yang mengantarnya setiap pagi, hanya saja saya tidak mengantarnya sampai pagar sekolah tetapi batas gang depan sekolah karena saya harus segera ke kampus untuk mengikuti kuliah.
Konselor :
            Baiklah terima kasih atas informasi dari saudari Novita, sekarang kita akan mendengarkan informasi dari psikolog tentang masalah yang dialami oleh M-C kapada ibu saya persilahkan.
Psikolog :
            Baiklah terima kasih pak atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti kegiatan konferensi kasus ini. Saya perkenalkan diri terlebih dahulu nama saya Afrida Martiana, saya biasa dipanggil Ana, dan saat ini saya merupakan seorang psikolog yang bertugas di salah satu lembaga bimbingan belajar di Kota Bengkulu. Berdasarkan semua informasi yang saya dengar dari bapak dan ibu sekalian dapat saya simpulkan bahwa siswi dengan inisial M-C ini mengalami semacam gangguan belajar yang dikenal sebagai diseleksia. Gangguan ini terjadi pada kemampuan siswa untuk membaca. Dalam kasus M-C ini gejala disleksia yang ditunjukkannya terjadi pada karakterisitik kekeliruan pemahaman karena M-C menurut informasi dari guru Bahasa Indonesia mampu membaca akan tetapi ia tidak dapat memahami apa yang dimaksud dalam bacaan yang sedang ia baca. Jadi M-C dapat dikategorikan mengalami gangguan belajar dan harus dibantu untuk mengatasinya.
Konselor :
            Baiklah kita sudah mendengar semua infromasi yang dibutuhkan dan dari semua informasi dapat disimpulkan sebagai berikut : M-C merupakan seorang siswi pindahan yang disebabkan karena syarat untuk naik kelas, M-C dikelas pendiam dan tidak banyak berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya, M-C jarang masuk sekolah, di rumah ia tidak pernah belajar, M-C gagal dalam ujian membaca, dan kemudian ternyata M-C mengalami gangguan belajar yang disebut sebagai Disleksia. Menurut saudara apakah yang akan terjadi bila masalah ini tidak terselesaikan ?
Kepala Sekolah :
            Menurut saya masalah ini harus segera diselesaikan karena apabila masalah ini tidak diselesaikan karena apabila masalah ini tidak terselesaikan dengan baik maka akan menjadi masalah yang akan membawa dampak yang buruk bagi sekolah dan juga akan membawa dan juga akan menularkan kebiasaan dan kebiasaan buruk yang akan menular kepada mahasiswa lain. jadi menurut Saya masalah ini harus terselesaikan dengan baik.
Wali Kelas :
            Menurut saya masalah ini harus segera diselesaikan sebab kalau tidak diselesaikan masalah ini akan membuat siswi M-C semakin tertekan dan juga akan membuat siswi tersebut bukannya semakin bisa diarahkan menjadi lebih baik akan tetapi yang terjadi justru kondisi yang diterima di sekolah ini akan membuat M-C menjadi lebih tertekan dan dia akan semakin jauh untuk mencapai cita-citanya.
Guru Bahasa Indonesia :
            Saya juga setuju akan pendapat dari ibu kepala sekolah dan ibu wali kelas yang pasti kita harus memikirkan bersama bagaimana menyelesaikan masalah ini.
Konselor :
            Betul semua tanggapan yang diberikan tepat , sekarang bagaimana tanggapan pak Irfan dan adek Novita sebagai anggota keluarga M-C.
Orang tua :
            Saya sangat ingin yang terbaik buat anak saya, tindakan yang bapak atau ibu ambil asalkan baik dan tepat akan saya terima dan saya menyetujuinya untuk dilakukan kepada anak saya.


Kakak M-C :
            Saya sangat ingin yang terbaik bagi adik saya sehingga adik saya dapat mengejar cita-citanya dan dapat menjadi individu yang lebih baik.
Konselor :
            Baiklah dalam posisi saya sebagai seorang Konselor langkah pertama yang akan saya lakukan adalah memberikan konseling-konseling individu kepada M-C untuk memperbaiki perilaku dan sifatnya selama ini, memberikan layanan informasi dan penguasaan konten kepada M-C agar ia lebih memahami cara-cara membaca yang baik dan tepat sehingga keluhan-keluhannya dalam belajar dapat teratasi. Bagaimana tanggapan bapak dan ibu sekalian.
Wali kelas :
            Saya sangat setuju dan juga saya akan berusaha untuk lebih dekat dengan M-C dan juga akan lebih intens untuk memantau siswa ini serta saya akan berpartisipasi kepada konselor dalam penanganan masalah M-C dengan memberikan akses kepada Konselor melihat data-data  Nilai yang diperoleh oleh M-C yang diserahkan oleh guru mata pelajaran kepada saya.
Guru Bahasa Indonesia :
            Saya juga begitu saya akan lebih meningkatkan pelatihan bagi siswa M-C ini terutama latihan membaca supaya ia lebih terampil dalam melaksanakan kegiatan membaca.
Orangtua :
            Saya dan anggota keluarga lainnya akan berusaha lebih meningkatkan perhatian kepada M-C dan akan menyediakan waktu khusus bagi M-C untuk belajar dan membimbingnya dalam belajar. Selain itu saya juga akan lebih aktif membantu konselor dalam menangani masalah anak saya.
Konselor :
            Bagaimana dengan ibu kepala Sekolah, apakah setuju dengan langkah-langkah yang telah direncanakan ?
Kepala Sekolah ;
            Saya menyetujuinya selama langkah penanganan itu baik dan tidak menyusahkan siswa dan orang tuanya maka saya akan menyetujuinya.
Konselor :
            Bagaimana dengan langkah-langkah penanganan yang telah di rumuskan ini dalam konferensi kasus ini Ibu anna ?

Psikolog :
            Saya rasa langkah penanganan yang diambil telah tepat dan sesuai untuk dilaksanakan tetapi yang terpenting yang harus kita lakukan adalah membangun kembali rasa percaya dirinya , memberikan pelatihan yang intens kepada M-C agar ia semakin terbiasa untuk membaca dan terlatih memahami makna bacaan, dan juga membangkitkan semangat M-C untuk bersekolah dan bersosialisasi di lingkungan baru agar ia menjadi lebih betah dan sering hadir di Sekolah.
Konselor :
            Baiklah kalau begitu untuk pertemuan konferensi kasus kali ini saya rasa sudah cukup dan saya mengucapkan terima kasih atas perhatian para peserta yang bersedia hadir dalam kegiatan konferensi kasus hari ini. Semoga hasil dari konferensi kasus ini dapat mengubah perilaku belajar M-C menjadi lebih baik dan rajin.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar