Sabtu, 02 November 2013

isu yang dibawa ke konselor karier

ISU-ISU YANG DIBAWA KE KONSELOR KARIER
Isu yang dibawa ke konselor karier
Implikasi bagi konselor karier
Dipensiunkan oleh perusahaan bukan tepat pada waktunya sehingga merasa tidak memiliki arti lagi dalam kehidupan
·         Konselor karier membimbing klien untuk berpikir mengenai keahlian-keahlian apa sajakah yang selama ini dimiliki oleh klien yang sedemikian lama terpendam oleh beban pekerjaan yang selama ini terus dikerjakan oleh klien sehingga ia melupakan keahlian yang selama ini dimilikinya. Setelah konselor mengidentifikasikan keahlian-keahlian tersebut maka klien dapat diarahkan untuk mengembangkan kembali keahlian-keahlian tersebut sebagai sarana untuk membuka usaha sendiri.
·         Konselor membangkitkan kembali rasa percaya diri klien yang turun akibat terkena pensiun dini oleh perusahaan tempat ia bekerja. Klien yang rasa percaya dirinya turun cenderung membantah atau menolak saran-saran konselor , untuk mengatasinya konselor dapat melakukan teknik konfrontasi dalam proses konseling yang mana melalui teknik konfrontasi ini konselor dapat “menghentakkan” klien untuk sadar atas potensi diri yang selama ini dimilikinya.
·         Konselor karier membimbing klien untuk merumuskan langkah-langkah penggunaan uang pesangon yang diterima dari perusahaan setelah klien dipensiunkan oleh perusahaan sampai klien dapat memiliki sumber pendapatannya sendiri sehingga klien tidak menghabiskan uang pesangon secara sia-sia.
·         Konselor karier membimbing klien untuk menyesuaikan gaya hidup dirinya dan keluarganya dikarenakan mereka tidak lagi memiliki sumber keuangan sebanyak saat klien masih bekerja sehingga mau tidak mau klien harus melakukan penyesuaian terhadap gaya hidupnya.
Kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena harus hidup sendiri terpisah dari orangtua yang selama ini mengurus kebutuhan klien.
·         Konselor karier memberikan penguatan kepada klien untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa ia mampu untuk menjalani kehidupan mandiri tanpa orangtua dan konselor karier memberikan reward untuk keberhasilan-keberhasilan klien dalam menyelesaikan tugas-tugas sehingga klien termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya secara mandiri.
·         Konselor karier membimbing klien untuk mengatur jadwal-jadwal klien untuk mengerjakan pekerjaannya di rumah sehingga klien dapat menyeimbangkan waktu untuk mengerjakan pekerjaan dan beristirahat. Saat klien telah mampu menyeimbangkan waktu kerjanya di rumah , maka klien dapat mengurangi rasa stress yang dialaminya dan dapat menyediakan waktu untuk mempelajari keterampilan-keterampilan rumah tangga yang selama ini diurus oleh orangtua saat tinggal bersama.
Merasa direndahkan partner di tempat kerja karena klien menderita cedera yang mempengaruhi kondisi fisiknya
·         Konselor karier dapat mengidentifikasikan dimana letak kelemahan-kelemahan klien dalam bekerja setelah ia menderita cedera yang mengakibatkan klien direndahkan oleh rekan-rekan kerjanya.
·         Konselor membimbing klien untuk menyesuaikan kondisi fisiknya yang mengalami cedera terhadap pekerjaan-pekerjaannya di kantor sehingga klien dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik tanpa menyiksa kondisi fisiknya yang mengalami cedera dan ia dapat menunjukkan keberhasilan kerjanya kepada rekan-rekan kerjanya yang sering merendahkannya.
·         Konselor membimbing klien untuk mensiasati kelemahan-kelemahannya dalam bekerja melalui optimalisasi keunggulan-keunggulan klien dalam bekerja sehingga melalui keunggulannya tersebut klien dapat mengatasi kelemahannya bekerja sehingga pekerjaan-pekerjaan yang selama ini menjadi titik kelemahan klien dapat diatasi oleh klien.
Tidak bisa menerima kritikan yang diberikan oleh rekan sejawat di kantor
·         Konselor karier harus menumbuhkan rasa percaya diri (self-esteem) pada diri klien sebab penolakan klien atas kritik yang diberikan oleh rekan kerjanya didasari oleh rendahnya rasa percaya diri klien. Peningkatan rasa percaya diri pada klien dapat dilakukan melalui pemberian penguatan (reinforcement) kepada klien. Penguatan yang diberikan dapat berupa identifikasi kelebihan dan kekurangan klien dan cara mengatasi kekurangan klien tersebut.
·         Konselor karier dapat membimbing klien untuk mampu menjadi seorang pendengar yang baik. Hal ini dilakukan sebab ada sebagian kritik yang sifatnya membangun diri klien. Apabila klien memiliki kemampuan mendengar yang baik maka isi dari kritikan tersebut dapat diambil dan dijadikan sarana oleh klien untuk membangun kariernya menjadi lebih baik lagi.
·         Dalam proses konseling , konselor karier dapat menggunakan metode Rasional Emotif theraphy untuk melawan pikiran-pikiran yang tidak logis dalam pikiran klien yang mana pikiran yang tidak logis tersebut sering menimbulkan prasangka buruk pada rekan kerja klien sehingga saat rekan kerja klien memberikan kritik maka klien tidak dapat menerima kritikan tersebut.
Klien merasa kariernya tidak berkembang ditempat kerjanya dan kedudukannya stagnan tidak beranjak dari perusahaan.
·         Konselor karier dapat membimbing klien untuk mengidentifikasi penyebab tidak berkembangnya karier klien di perusahaan-perusahaan tempat ia bekerja. Identifikasi ini bertujuan untuk menemukan masalah-masalah yang menjadi penyebab karier klien tidak berkembang di perusahaan.
·         Konselor membimbing klien untuk merumuskan bersama langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang dialami oleh klien dalam mengembangkan karier-nya di kantor sehingga kariernya tidak lagi stagnan di kantor.
·         Konselor karier mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan dan perilaku keseharian klien yang menyebabkan kariernya tidak berkembang. Konselor membimbing klien untuk mengubah perilaku keseharian klien menjadi lebih baik dan terarah sehingga klien dapat menunjukkan dedikasinya dalam bekerja sehingga kariernya dapat meningkat dengan baik.
Klien tidak mampu menyeimbangkan waktu untuk bekerja dan mengurus anak-anaknya di rumah
·         Konselor karier membimbing klien untuk mengatur pembagian tugas antara dirinya dan pasangannya di rumah dengan menghilangkan anggapan-anggapan stereotip yang selama ini menganggap bahwa anak harus diurus oleh perempuan dan laki-laki tabu untuk mengurus rumah tangga. Konselor membimbing klien untuk mengatur pembagian tugas mana tugas rumah tangga yang dikerjakan oleh dirinya dan yang mana dikerjakan oleh pasangannya sehingga klien memiliki waktu untuk bekerja karena sebagian tugas rumah tangganya ditangani oleh pasangannya sehingga pengerjaan pekerjaan dari kantor tetap selaras dengan kegiatan mengurus keluarga di rumah.
·         Konselor karier membimbing klien untuk melakukan manajemen stress terhadap beban pekerjaannya sehingga stress akibat pekerjaan tidak mengganggu keseimbangan hubungan klien dengan keluarga. Manajemen stress dapat diwujudkan dalam bentuk pengaturan waktu istirahat klien dalam bekerja, pengaturan proporsi kerja yang akan dibawa ke rumah, dan pengaturan jadwal klien untuk menghabiskan waktu berlibur dengan keluarga di rumah ke lokasi objek-objek wisata favorit mereka. Pengaturan ini  bertujuan untuk meminimalisir pikiran-pikiran stress yang timbul akibat beban pekerjaan yang dapat mengganggu keseimbangan hubungan dengan keluarga di rumah.
Klien merasa tertekan dengan pekerjaan yang dipilihnya, karena pekerjaan tersebut bukan atas pilihannya sendiri tetapi ditentukan oleh orangtuanya.
·         Konselor karier membimbing klien untuk mengungkapkan kemampuan-kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh klien. Pengungkapan kemampuan-kemampuan sesungguhnya pada diri klien bertujuan untuk mengetahui kecocokan kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh klien dengan bidang pekerjaan yang dipilih oleh klien.
·         Konselor karier melakukan refleksi bersama klien untuk membimbing klien memutuskan apakah bidang pekerjaan yang selama ini dipilihnya sudah sesuai dengan kemampuan sebenarnya yang dimiliki atau tidak.
·         Konselor karier membimbing klien untuk mampu mengembangkan rasa percaya dirinya (self-estem) atas kemampuan-kemampuan sesungguhnya yang dimiliki oleh klien sehingga klien merasa sadar akan kemampuannya dan selanjutnya mengevaluasi dirinya sendiri apakah ia cocok berada di pekerjaannya atau tidak.
·         Konselor karier membimbing klien untuk selanjutnya membuat keputusan secara mandiri apakah ia masih akan bertahan di pekerjaannya atau klien akan meninggalkan pekerjaannya dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya selama ini.
Klien mendapat tekanan dari anggota keluarganya untuk memilih suatu karier tertentu
·         Konselor membimbing klien untuk mampu membuat keputusan secara mandiri terkait dengan pemilihan kariernya sehingga klien mampu membuat keputusan sendiri yang tegas sehingga menghindari tekanan dari pihak keluarganya untuk mengikuti pilihan karier tertentu.
·         Konselor membimbing klien untuk mampu menemukan bakat , kemampuan, dan keterampilan sesungguhnya yang ia miliki dan setelah itu konselor membimbing klien untuk menumbuhkan self-estem (rasa percaya diri) yang kuat dalam diri klien sehingga klien mampu tampil dengan percaya diri akan keputusan yang dibuatnya sehingga ia mampu menghadapi tekanan dari anggota keluarganya dengan keputusan yang telah ia putuskan sebelumnya.
Merasa takut untuk melamar pekerjaan karena takut akan ditolak perusahaan.
·         Konselor membimbing klien untuk mengubah sikap dan perilaku yang dimiliki oleh klien yang selama ini membuat klien sering ditolak dalam melamar pekerjaan. Konselor karier mengidentifikasi sikap dan perilaku klien yang selama ini ternyata kurang tepat mereka lakukan dalam melamar pekerjaan, kemudian konselor karier melakukan proses konseling dengan tujuan untuk mengubah perilaku klien dari kurang baik menjadi lebih baik sehingga klien dapat mengubah perilakunya dalam melamar pekerjaan.
·         Konselor membimbing klien untuk melakukan pengaturan rencana dalam melamar pekerjaan. Dalam hal ini konselor karier menentukan prioritas-prioritas perusahaan yang akan dimasukkan lamaran pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sehingga mengurangi ketakutan klien dalam memasukkan lamaran pekerjaan karena telah memiliki daftar prioritas perusahaan yang akan dimasuki.
·         Konselor membimbing klien untuk melatih kemampuan berbicara klien terutama saat akan memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahaan melalui sebuah pengkondisian dimana konselor mengkondiskikan kepada klien sebuah lingkungan dimana klien akan melamar suatu pekerjaan dan kemudian konselor karier mengevaluasi apa-apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dalam melamar pekerjaan.
Dipindahkan ke bagian lain dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
·         Konselor karier membimbing klien untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan kerja baru yang dihadapi oleh klien dengan memberikan orientasi mengenai spesifikasi bidang pekerjaan yang akan digeluti dan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan dalam menghadapi bidang pekerjaannya tersebut.
·         Konselor karier memberikan rujukan kepada klien untuk mengikuti beberapa kursus guna menambah keterampilan yang akan dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada dalam bidang pekerjaan yang baru ditempatinya.
·         Konselor karier memberikan arahan kepada klien untuk menjalin jaringan hubungan dalam bekerja guna mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam pekerjaan yang diakibatkan karena klien tidak memiliki kemampuan dalam bekerja sehingga kesulitan-kesulitan dalam bekerja dapat diatasi melalui bantuan dari rekan-rekan yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah.
Dipecat dari tempat bekerja karena karyawan yang dibutuhkan adalah karyawan yang berusia muda dan fresh Graduate
·         Konselor karier membimbing klien untuk menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya yang telah hilang dalam membangun karier lagi melalui proses konseling dengan memperbaiki kondisi kejiwaan klien yang terguncang karena kehilangan pekerjaan. Teknik konseling karier yang paling tepat digunakan adalah teknik konseling Rasional Emotif Theraphy dengan teknik assertive adaptive dengan melatih klien untuk membiasakan diri terkait dengan masalah kehilangan pekerjaan.
·         Konselor membimbing klien untuk membangun kembali rasa percaya dirinya yang runtuh akibat dipecat dari pekerjaannya. Konselor karier dapat memberikan penguatan kepada klien melalui motivasi-motivasi, membimbing klien untuk mengeluarkan emosi yang terpendam akibat kehilangan pekerjaan, dan memperbanyak menggunakan teknik empati kepada klien.
·         Konselor karier mengarahkan klien untuk mengikuti pelatihan,kursus, dan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan klien. Pengetahuan baru yang dimiliki oleh klien dapat digunakan oleh klien untuk mencari pekerjaan baru atau digunakan oleh klien untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
Klien gagal dalam mencapai target hasil kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.
·         Konselor membimbing klien untuk mengidentifikasi berbagai penyebab kegagalan dirinya dalam mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan. Dalam identifikasi kegagalan dalam mencapai target konselor sebaiknya membimbing klien untuk menemukannya sendiri.
·         Konselor membimbing klien untuk meningkatkan kembali performa kerja dalam mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan. Klien mungkin selama ini performa kerjanya telah maksimal dalam mencapai target hasil kerja tetapi ia tidak menyadari bahwa rekan kerja lain kecepatan kerjanya melebihi dirinya maka konselor harus menyadarkan klien untuk lebih meningkatkan performa kerjanya.
·         Konselor membimbing klien untuk mengkaji apakah pekerjaan yang selama ini ia tekuni sesuai atau tidak dengan keahlian dan bakat yang dimiliki. Setelah klien memutuskan apakah pekerjaannya selama ini cocok atau tidak dengan dirinya maka konselor membimbing klien untuk tetap bekerja dipekerjaannya tersebut atau berhenti dari pekerjaannya tersebut. Apabila klien memilih bekerja maka konselor dapat membimbing klien untuk mengkaji langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk memperbaiki kinerjanya sedangkan apabila klien memilih untuk pindah pekerjaan maka konselor dapat membimbing klien untuk menentukan prioritas-prioritas jenis pekerjaan apa yang akan ia masuki yang sesuai dengan keadaan diri klien.
Klien merasa sangat kecewa dengan atasannya karena merasa tidak mendapat bimbingan dalam menyelesaikan pekerjaan
·         Konselor dapat membimbing klien untuk lebih meningkatkan pola komunikasi yang dilakukan dengan atasan. Dalam hal ini pola komunikasi yang baik dengan atasan akan membuat klien mengetahui bagaimana karakter dari atasan mereka di kantor sehingga klien dapat merumuskan tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk menghadapi pola perilaku atasan mereka.
·         Konselor membimbing klien untuk lebih mengembangkan sifat mandiri dan kreasi dalam bekerja sehingga klien menjadi tidak terlalu tergantung dengan arahan dan perintah dari atasannya ditempat kerja akan tetapi tetap kemandirian dan kreatifitas yang dikembangkan oleh klien harus tetap sesuai dengan tata peraturan di perusahaan sehingga tidak menimbulkan pertentangan di dalam perusahaan.
·         Konselor membimbing klien untuk melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih personal kepada atasan mereka sehingga menimbulkan perasaan nyaman dan bersahabat diantara keduanya sehingga mereka mampu membentuk tim kerja yang solid.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar